Wabup Pasaman H. Parulian Dorong Pelaku Kuliner Naik Kelas Lewat Pelatihan Berbasis Kompetensi

Andalas Time,Pasaman – Penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing kuliner daerah. Hal ini menjadi perhatian Wakil Bupati Pasaman, H. Parulian, saat menghadiri pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Subsektor Kuliner dengan Skema Cook yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) Republik Indonesia, Rabu (23/9/2026).

 

Pelatihan ini menjadi peluang bagi para peserta untuk meningkatkan keterampilan memasak sekaligus memperkuat kualitas produk kuliner lokal agar mampu bersaing di tengah perkembangan industri kreatif yang semakin kompetitif.

Dalam kesempatan tersebut, H. Parulian menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ekraf atas dukungan dan kepeduliannya terhadap pengembangan potensi ekonomi kreatif di Kabupaten Pasaman, khususnya subsektor kuliner.

Menurutnya, sektor kuliner memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari, kuliner juga dapat berkembang menjadi produk unggulan daerah yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar lebih luas.

“Pelatihan skema cook ini sangat strategis. Kuliner bukan sekadar kebutuhan pokok, tetapi telah menjadi bagian dari industri kreatif yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ujar H. Parulian.

Ia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan serta profesionalisme dalam mengolah dan menyajikan makanan.

H. Parulian juga menekankan pentingnya peningkatan standar penyajian, kebersihan atau higienitas, serta cita rasa dalam menghasilkan produk kuliner yang berkualitas.

Menurutnya, kualitas makanan tidak hanya ditentukan oleh rasa, tetapi juga oleh cara pengolahan, kebersihan, penyajian, dan konsistensi mutu. Aspek-aspek tersebut menjadi modal penting bagi pelaku usaha kuliner untuk membangun kepercayaan konsumen.

“Kami berharap para peserta dapat memanfaatkannya dengan maksimal agar standar penyajian, higienitas, dan cita rasa kuliner daerah kita semakin naik kelas,” katanya.

Dukungan terhadap pelatihan berbasis kompetensi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat potensi ekonomi kreatif Pasaman melalui peningkatan keterampilan tenaga kerja. Dengan kompetensi yang semakin baik, pelaku kuliner diharapkan mampu mengembangkan usaha secara lebih profesional dan menciptakan produk yang memiliki daya saing.

Bagi Kabupaten Pasaman, pengembangan sektor kuliner tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menghasilkan makanan yang lezat, tetapi juga membuka peluang usaha, memperluas pasar, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Melalui pelatihan ini, H. Parulian berharap semakin banyak sumber daya manusia di Pasaman yang memiliki keterampilan kuliner sesuai standar kompetensi, sehingga potensi lokal dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah pun diharapkan terus diperkuat agar pengembangan keterampilan masyarakat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas produk dan kesempatan usaha di daerah.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *