Galodo Terjang Arosuka, Dansat Brimob Sumbar Kombes Lukman Syafri Dandel Malik Gerak Cepat Turunkan Tim SAR Lengkap dengan Peralatan Evakuasi

Andalas Time,Solok – Ketika banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, gerak cepat menjadi bagian penting dalam upaya penyelamatan dan penanganan warga terdampak.

Merespons kondisi tersebut, Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sumatera Barat Kombes Pol. Lukman Syafri Dandel Malik, S.I.K., M.H., langsung memimpin pengerahan personel Search and Rescue (SAR) ke lokasi bencana.

Kombes Lukman menginstruksikan Tim SAR dari Detasemen Gegana dan Batalyon Pelopor untuk bergerak dengan membawa perlengkapan pendukung operasi penyelamatan. Personel tidak hanya dibekali peralatan evakuasi, tetapi juga kendaraan operasional darat, perahu karet, serta peralatan pemotong material kayu dan pembersih lumpur.

Langkah tersebut menjadi bagian dari respons cepat Satbrimob Polda Sumbar setelah menerima laporan mengenai galodo yang menerjang kawasan Arosuka.

Di tengah kondisi medan yang terdampak material banjir, personel Brimob langsung melakukan penyisiran. Area yang terisolasi dan lokasi yang tertimbun material menjadi sasaran utama pencarian dan penanganan.

Kombes Lukman Syafri Dandel Malik memastikan kekuatan personel Brimob dikerahkan untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan dampak bencana di lapangan.

Operasi tersebut dilakukan secara bersama-sama dengan berbagai unsur yang telah berada di lokasi. Personel Brimob bersinergi dengan TNI, Basarnas, BPBD, serta relawan setempat untuk menyisir kawasan terdampak dan membuka akses di wilayah yang tertutup material banjir.

Kehadiran Tim SAR Brimob dengan dukungan peralatan khusus diharapkan dapat mempercepat proses pencarian, evakuasi, sekaligus pembersihan material yang menghambat akses masyarakat dan petugas.

Bagi Kombes Lukman Syafri Dandel Malik, pengerahan personel dalam situasi bencana merupakan bentuk respons kepolisian dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya ketika kondisi lapangan menuntut penanganan cepat dan terkoordinasi.

Di kawasan terdampak galodo, personel terus bekerja bersama unsur gabungan. Lumpur, material kayu, serta timbunan material banjir tidak menghalangi langkah tim untuk menjangkau area yang membutuhkan penanganan.

Sinergi antara Brimob Polda Sumbar, TNI, Basarnas, BPBD dan relawan menjadi kekuatan penting dalam menghadapi situasi darurat tersebut. Upaya bersama itu diarahkan untuk memastikan proses penanganan bencana berjalan secara terkoordinasi dan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani.(jack)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *