KONI Pasaman Nyatakan Siap Ikuti PORPROV XVI 2026, Harapkan Penyesuian Jadwal

Andalas Time,Pasaman –  Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pasaman menyatakan komitmennya untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat Tahun 2026. Namun, KONI Pasaman berharap pelaksanaan Porprov dapat dilakukan penyesuaian dari jadwal semula 2–14 Oktober 2026 menjadi November 2026, sehingga seluruh tahapan persiapan kontingen dapat dilaksanakan dengan baik, tertib dan maksimal.

Ketua Umum KONI Kabupaten Pasaman, SY. Ade Herman, SH, mengatakan bahwa pada prinsipnya Pasaman siap mengikuti Porprov XVI Tahun 2026. KONI Pasaman bersama pengurus cabang olahraga telah melakukan berbagai tahapan persiapan, mulai dari pembinaan dan seleksi atlet, tes kondisi fisik, pemantapan pelatih, pendataan kontingen hingga persiapan administrasi dan kebutuhan perlengkapan.

“Kami tegaskan bahwa KONI Pasaman siap mengikuti Porprov XVI Tahun 2026. Persiapan sudah kami lakukan secara bertahap bersama seluruh cabang olahraga. Yang kami harapkan adalah adanya penyesuaian waktu pelaksanaan ke bulan November agar seluruh tahapan yang masih berjalan dapat diselesaikan dengan baik,” ujar SY. Ade Herman.

Menurutnya, usulan penyesuaian jadwal tersebut bukan berarti KONI Pasaman tidak siap menghadapi Porprov. Justru sebaliknya, penyesuaian waktu diharapkan memberikan ruang yang cukup bagi seluruh kabupaten/kota untuk menyelesaikan berbagai kebutuhan persiapan, terutama terkait administrasi, pendanaan, kesiapan atlet dan pelatih serta kebutuhan kontingen.

“Ini bukan soal Pasaman siap atau tidak siap. Pasaman siap. Tetapi kami ingin seluruh proses yang sudah direncanakan dapat berjalan secara baik, tertib dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena Porprov adalah agenda olahraga terbesar tingkat provinsi yang menyangkut kepentingan seluruh kabupaten dan kota,” katanya.

Tahapan Persiapan Pasaman Sudah Berjalan
SY. Ade Herman menjelaskan, KONI Pasaman telah melaksanakan sejumlah tahapan persiapan menuju Porprov XVI. Bahkan, sejak Mei 2026, sekitar 400 atlet dari 22 cabang olahraga telah mengikuti tes kondisi fisik di GOR Tuanku Rao, Lubuk Sikaping sebagai bagian dari proses persiapan atlet.

Dalam persiapan kontingen, KONI Pasaman juga telah mempersiapkan keikutsertaan pada 28 cabang olahraga, dengan jumlah sekitar 280 atlet, pelatih dan official. Dengan target medali 20 Medali Emas, 30 Perak dan 48 Perunggu dari hasil Verifikasi Bersama Cabor.

Selain itu, KONI Pasaman juga telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kesiapan kontingen, termasuk jaminan kesehatan bagi atlet, pelatih dan official.
“Semua ini merupakan bukti bahwa kita tidak tinggal diam. Tahapan persiapan sudah berjalan. Pengurus cabor, pelatih dan atlet sudah bekerja. Karena itu kami ingin seluruh persiapan tersebut diberikan waktu yang cukup agar hasilnya benar-benar maksimal,” jelasnya.

Pertimbangkan Kepastian Pendanaan
Menurut SY. Ade Herman, salah satu hal yang juga perlu menjadi perhatian bersama adalah sinkronisasi pendanaan daerah dengan tahapan pelaksanaan Porprov.

Pemerintah Kabupaten Pasaman sendiri telah menyiapkan dukungan pendanaan melalui hibah sebesar Rp2.499.427.500 untuk mendukung keikutsertaan KONI Pasaman pada Porprov XVI Tahun 2026.

“Komitmen Pemerintah Kabupaten Pasaman sudah sangat jelas dalam mendukung olahraga dan kontingen Pasaman. Yang perlu kita pastikan adalah seluruh proses administrasi dan pencairan anggaran dapat berjalan sesuai ketentuan.

Jangan sampai waktu pelaksanaan terlalu dekat dengan tahapan penganggaran, sehingga ruang untuk mempersiapkan kebutuhan kontingen menjadi sangat terbatas,” ungkapnya.

KONI Pasaman menilai bahwa penyesuaian jadwal ke November dapat menjadi ruang untuk melakukan sinkronisasi antara kesiapan pemerintah daerah, KONI, cabang olahraga dan atlet.

Bukan Menolak Porprov, tetapi Ingin Persiapan Lebih Matang
“Kami mendukung Porprov tetap dilaksanakan pada tahun 2026. Kami hanya mengharapkan penyesuaian waktu ke bulan November.

Tujuannya sederhana, agar seluruh tahapan dapat dilaksanakan dengan baik dan tidak ada yang terkesan dipaksakan,” tegasnya.

Ia mengatakan, apabila jadwal dapat disesuaikan, KONI Pasaman akan memanfaatkan waktu tambahan tersebut untuk semakin mematangkan persiapan atlet, pelatih, official, administrasi, perlengkapan serta kebutuhan kontingen lainnya.
Usulan penyesuaian tersebut juga sejalan dengan aspirasi sejumlah KONI kabupaten/kota di Sumatera Barat yang sebelumnya telah mengusulkan perubahan jadwal dari 2–14 Oktober menjadi 10–22 November 2026.

“Kami berharap semua pihak dapat melihat persoalan ini secara objektif. Yang kita kejar bukan hanya terlaksananya Porprov, tetapi bagaimana Porprov tersebut dapat berlangsung dengan tertib, aman, lancar, transparan dan memberikan ruang yang optimal bagi atlet untuk berprestasi,” kata SY. Ade Herman.

Pasaman Tetap Fokus Persiapkan Atlet
Di tengah adanya pembahasan mengenai penyesuaian jadwal, KONI Pasaman memastikan proses persiapan kontingen tetap berjalan dan tidak berhenti.

“Kami tetap bekerja. Persiapan atlet tetap berjalan, koordinasi dengan cabor tetap dilakukan, administrasi tetap kita siapkan. Sambil menunggu keputusan mengenai jadwal, kita tidak boleh kehilangan waktu,” ujarnya.

SY. Ade Herman berharap keputusan mengenai jadwal Porprov nantinya dapat mempertimbangkan kesiapan seluruh daerah peserta serta berbagai aspek penyelenggaraan.
“Harapan kami, keputusan yang diambil nantinya adalah keputusan terbaik untuk olahraga Sumatera Barat. Kami di KONI Pasaman siap berkoordinasi dan mendukung setiap keputusan yang ditetapkan sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku,” tutupnya.(jack)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *