Andalas Time,Padang – Pemerintah Kota Padang terus memperkuat pembangunan karakter generasi muda berbasis nilai-nilai keislaman. Salah satu langkah strategis yang kini didorong adalah menjadikan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) bukan sekadar ajang perlombaan tahunan, melainkan wadah pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan generasi Qurani yang unggul.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-42 tingkat Kecamatan Padang Timur yang dipusatkan di Lapangan Pondok Indah Pratama, Kelurahan Jati, Minggu (14/6/2026).
Mengusung tema “Menyiapkan Generasi Rabbani dengan Semangat Smart Surau dan Cinta Alquran”, pembukaan MTQ berlangsung semarak diawali pawai ta’aruf yang diikuti ratusan peserta dari 10 kelurahan se-Kecamatan Padang Timur.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menegaskan, MTQ harus dipandang sebagai bagian dari strategi besar pembangunan sumber daya manusia, khususnya dalam menanamkan karakter, akhlak, dan kecintaan terhadap Alquran sejak usia dini.
Menurutnya, generasi unggul tidak cukup hanya dibekali kecerdasan intelektual, tetapi juga harus memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat.
“Melalui MTQ, kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak Alquran. Inilah fondasi penting dalam mewujudkan Kota Padang yang maju dan sejahtera,” ujar Maigus.
Ia menjelaskan, semangat MTQ sejalan dengan visi Kota Padang sebagai kota pintar dan sehat yang berlandaskan agama serta budaya. Hal ini juga selaras dengan dua program unggulan Pemerintah Kota Padang, yakni Smart Surau dan Padang Juara.
Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Pemko Padang mengalokasikan anggaran sebesar Rp59 miliar untuk pelaksanaan Program Smart Surau pada tahun anggaran 2026.
Program ini difokuskan untuk memperkuat pendidikan Alquran, pembinaan keagamaan, serta pengembangan karakter generasi muda berbasis nilai-nilai Islam.
Menariknya, program tersebut mulai mendapat pengakuan internasional. Salah satunya melalui dukungan Universitas Kuala Lumpur (UniKL), Malaysia, yang menyediakan beasiswa penuh bagi penghafal Alquran asal Kota Padang dengan hafalan minimal 10 juz.
Selain itu, Pemerintah Kota Padang juga tengah menjajaki kerja sama serupa dengan sejumlah institusi pendidikan di Timur Tengah, termasuk Mesir dan Arab Saudi.
Sebagai Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Padang, Maigus menginstruksikan seluruh kecamatan untuk mulai melakukan pembinaan intensif terhadap peserta terbaik sejak sekarang.
Langkah ini dipandang penting sebagai persiapan menghadapi MTQN ke-42 tingkat Kota Padang yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang.
“Setiap kecamatan harus mulai membina kafilah terbaik sejak sekarang. MTQ tidak boleh berhenti sebagai seremonial, tetapi harus menjadi wadah pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan generasi Qurani yang unggul,” tegasnya.
Ia bahkan menargetkan Kota Padang mampu meraih predikat Juara Umum MTQN tingkat Provinsi Sumatra Barat pada 2027.
Sementara itu, Camat Padang Timur Aidil Zulhani menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQN tahun ini diikuti 232 kafilah dari 10 kelurahan.
Para peserta berkompetisi pada berbagai cabang lomba, mulai dari tilawah Alquran tingkat anak-anak, remaja, dan dewasa, Musabaqah Syarhil Quran, Fahmil Quran, tahfiz, tartil, hingga cabang khutbah Jumat dan azan.
Menurut Aidil, MTQ memiliki peran strategis tidak hanya untuk meningkatkan kualitas bacaan Alquran, tetapi juga memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
“MTQ ini menjadi sarana meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Alquran sekaligus menjaring peserta terbaik yang akan mewakili Kecamatan Padang Timur pada MTQN tingkat Kota Padang,” ujarnya.
Melalui pembinaan yang konsisten dan terintegrasi dengan program Smart Surau, Pemerintah Kota Padang berharap MTQ mampu menjadi motor lahirnya generasi rabbani generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap membawa Kota Padang menuju masa depan yang lebih maju.(ch)












