Andalas Time,Padang – Dua mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) menjadi korban insiden penembakan yang menggegerkan lingkungan kampus pada Selasa (2/6/2026) sore. Peristiwa yang terjadi tepat di depan Gedung Rektorat UNP itu sontak memicu kepanikan mahasiswa dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Korban diketahui terdiri dari seorang mahasiswa laki-laki dan seorang mahasiswa perempuan. Keduanya mengalami luka akibat insiden tersebut dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Hermina Padang untuk mendapatkan penanganan medis.
Informasi yang beredar menyebutkan, kejadian berlangsung di kawasan depan gedung rektorat yang merupakan salah satu titik pusat aktivitas kampus. Sesaat setelah insiden terjadi, sejumlah mahasiswa dan warga sekitar berupaya memberikan pertolongan sebelum petugas membawa korban ke rumah sakit.
Peristiwa ini semakin menyita perhatian publik setelah rekaman video yang diunggah warganet beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut terlihat salah seorang korban tergeletak di trotoar depan Gedung Rektorat UNP, sementara sejumlah orang tampak berkerumun di sekitar lokasi kejadian.
Hingga Selasa malam, belum diketahui secara pasti kronologi maupun motif di balik insiden penembakan tersebut. Belum ada keterangan resmi mengenai identitas pelaku, jenis senjata yang digunakan, maupun kondisi terkini kedua korban.
Pihak Universitas Negeri Padang juga belum memberikan pernyataan resmi terkait peristiwa yang menggemparkan civitas akademika tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak kampus masih dilakukan dan publik menantikan penjelasan lengkap mengenai kejadian yang terjadi di lingkungan perguruan tinggi negeri terbesar di Sumatera Barat itu.
Sementara itu, aparat berwenang diharapkan segera mengungkap fakta-fakta di balik insiden tersebut guna memberikan kepastian informasi kepada masyarakat sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di media sosial.
Kasus ini menjadi perhatian luas karena terjadi di area kampus yang selama ini dikenal sebagai ruang akademik yang aman bagi mahasiswa dan tenaga pendidik. Masyarakat kini menunggu hasil penyelidikan resmi untuk mengetahui secara jelas bagaimana peristiwa tersebut dapat terjadi.(**)












