Andalas Time,Lubuk Sikaping, — Aksi penyelamatan dramatis kembali dilakukan oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pasaman. Kali ini, mereka bersama petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar Resor Pasaman dan seorang dokter hewan berhasil mengevakuasi seekor anak beruang madu (Helarctos malayanus) yang terjerat di perkebunan salak milik warga di Jorong Mangguang, Nagari Tanjung Beringin Selatan, Kecamatan Lubuk Sikaping,Minggu(19/10).
Anak beruang yang diperkirakan berusia sekitar 6 hingga 8 bulan itu ditemukan dalam kondisi lemah akibat terjerat kawat di area perkebunan. Proses evakuasi berlangsung menegangkan karena di sekitar lokasi, induk beruang terpantau masih berkeliaran dan berusaha mendekati anaknya.
Petugas Damkar bersama tim BKSDA harus bekerja cepat dan berhati-hati. Untuk memudahkan proses penyelamatan, petugas melakukan pengusiran terhadap induk beruang menggunakan alat pelindung dan kendaraan operasional Damkar.
Kasi Operasional Damkar Pasaman menyampaikan bahwa proses evakuasi memakan waktu sekitar dua jam.
“Kami tetap berupaya agar anak beruang bisa diselamatkan tanpa melukai induknya. Koordinasi dengan BKSDA sangat penting, terutama untuk memastikan keselamatan petugas di lapangan,” ujarnya.
Setelah berhasil dievakuasi, anak beruang langsung diperiksa oleh dokter hewan yang turut mendampingi tim gabungan. Dari hasil pemeriksaan awal, kondisi satwa dilindungi itu dinyatakan stabil dan tidak mengalami luka serius.
Petugas Damkar menegaskan bahwa mereka siap membantu operasi penyelamatan satwa liar kapan pun dibutuhkan, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan ekosistem di Kabupaten Pasaman.
“Selain tugas utama penanggulangan kebakaran, Damkar juga berperan dalam penyelamatan makhluk hidup, baik manusia maupun satwa,” tambahnya.
Evakuasi berakhir aman, dan anak beruang kini berada dalam penanganan BKSDA Sumbar untuk proses rehabilitasi sebelum dilepaskan kembali ke habitat aslinya.
Damkar Pasaman terus tunjukkan dedikasi tak hanya dalam menjaga keselamatan manusia, tetapi juga kelestarian alam.(**)












