700 Kg Cabai Merah Keriting Didatangkan ke Sumbar, Ini Langkah Pemprov Hadapi Inflasi

Gubernur Sumbar Mahyeldi Atasi Kenaikan Cabe Merah di Sumbar.(dok.hms)

Andalas Time,Sumbar – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga Cabai Merah Keriting yang terus berfluktuasi dan melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir. Melalui Dinas Pangan, Pemprov Sumbar bekerja sama dengan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Barat, Bulog Sumbar, dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) dalam program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP).

Sebanyak 700 kilogram Cabai Merah Keriting dikirimkan dari Magelang, Jawa Tengah, ke Sumatera Barat sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, dalam siaran pers resminya pada Sabtu (27/9/2025).

“Fasilitasi Distribusi Pangan ini adalah langkah konkret untuk menjamin ketersediaan pangan dan menjaga inflasi. Ketika terjadi kekurangan pasokan di satu wilayah, kita distribusikan dari wilayah surplus ke wilayah defisit agar harga tetap stabil dan aksesibilitas pangan tidak terganggu,” ujar Mahyeldi.

Menurut Mahyeldi, fluktuasi harga Cabai Merah Keriting berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Saat harga di tingkat petani tinggi, konsumen yang tertekan. Sebaliknya, saat harga anjlok, petani mengalami kerugian signifikan.

Pengiriman dari Magelang ini merupakan bagian dari tindak lanjut Kerja Sama Antar Daerah (KAD) antara Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Jawa Tengah. Kolaborasi lintas daerah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka menengah dalam menjaga kestabilan harga komoditas strategis.

Pemprov Sumbar mengapresiasi dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia, Bulog, dan BMPD, dalam mewujudkan langkah konkret ini.

“Kami optimis, dengan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak, kita mampu memperkuat ketahanan pangan di Sumatera Barat. 700 kg Cabai Merah Keriting ini akan segera kita salurkan melalui Operasi Pasar agar masyarakat bisa mendapatkan cabai dengan harga yang terjangkau,” tambah Mahyeldi.

Kebijakan ini diharapkan menjadi solusi jangka pendek yang efektif untuk meredam gejolak harga, sekaligus memperkuat sistem distribusi pangan antarwilayah di masa depan.(in/Adpsb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *