Gubernur Sumbar Resmikan Unit Transplantasi Ginjal Pertama RSUP Dr.M.Djamil di Sumatera Tengah

Gubernur Sumbar Mahyeldi Resmikan Transplantasi Ginjal di RSUP Dr.M.Djamil Padang.(dok.hms)

Andalas Time, Padang – RSUP Dr. M. Djamil Padang meresmikan Unit Transplantasi Ginjal pada Minggu (21/9), bertempat di Mercure Hotel, Padang. Kegiatan ini mengusung tema “Hidup Sehat dengan Satu Ginjal” dan menjadi tonggak penting dalam peningkatan layanan kesehatan rujukan di wilayah Sumatera bagian tengah.

Acara dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Dirjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS, Gubernur Sumatera Barat, anggota DPR RI Dapil Sumbar Shadiq Pasadigoe, Forkopimda Sumbar, para bupati, kepala dinas, serta jajaran manajemen RSUP Dr. M. Djamil.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Barat menyampaikan apresiasi atas peresmian unit transplantasi yang dinilai strategis dan dibutuhkan masyarakat. Ia menegaskan bahwa keberadaan unit ini sejalan dengan amanat Undang-Undang No.17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang mewajibkan negara untuk menyediakan layanan transplantasi organ sebagai bagian dari pelayanan kesehatan publik.

“Unit transplantasi ginjal ini menjadi satu-satunya di Sumatera bagian tengah, di luar Medan dan Palembang. Keberadaannya akan memperpendek jarak, mengurangi biaya, dan mempercepat akses pasien yang membutuhkan,” ujarnya.

Gubernur juga menyoroti tantangan ke depan, mulai dari SDM medis, ketersediaan laboratorium imunologi, bank darah, hingga layanan pasca-transplantasi. Ia berharap unit ini mampu menurunkan angka kematian akibat gagal ginjal dan meningkatkan kualitas hidup pasien tidak hanya di Sumbar, tetapi juga di Riau, Kepri, dan Jambi.

Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, dalam paparannya, menyampaikan bahwa rumah sakit telah melakukan 31 prosedur transplantasi ginjal sejak 2015. Ia menekankan bahwa transplantasi organ bukan sekadar tindakan medis, tetapi cerminan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas.

“Unit ini menjawab kebutuhan yang sangat mendesak di Sumatera bagian tengah. Kami menargetkan RSUP Dr. M. Djamil menjadi pusat transplantasi organ utama di wilayah Indonesia barat,” ungkapnya.

Sementara itu, Dirjen Keslan Kemenkes RI menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor untuk mendorong edukasi donor organ dan mengembangkan fasilitas medis yang mumpuni. Ia juga mengingatkan agar keuntungan yang diperoleh rumah sakit pemerintah digunakan untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

“Keuntungan rumah sakit milik pemerintah sebaiknya tidak dijadikan PAD, melainkan dikembalikan untuk pengadaan alat, subsidi pasien tidak mampu, dan peningkatan kualitas layanan,” tegasnya.

Data dan Capaian

Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi penyakit ginjal kronis di Indonesia mencapai 0,38% atau sekitar satu juta penduduk. Data Indonesian Renal Registry (IRR) 2023 menunjukkan lebih dari 150 ribu pasien aktif menjalani hemodialisis. Di Sumbar, gagal ginjal menempati peringkat keempat penyebab kematian tertinggi dan termasuk kasus katastrofik terbesar berdasarkan data BPJS 2024, dengan total 25.566 kasus dan beban biaya mencapai Rp 81,1 miliar.

Peresmian unit transplantasi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju center of excellence layanan kesehatan di Indonesia barat, menjadikan Padang sebagai rujukan utama bagi pasien gagal ginjal dari seluruh wilayah Sumatera.(Adpsb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *