Andalas Time,Jakarta – Jelita Frizyllia Adrieni, peserta asal Sumatera Barat, mengikuti pembelajaran hukum maritim dengan narasumber Mukhlis Ramlan, S.E., S.H., M.H. (MIL)., CSL.
Dalam sesi tersebut, ia bersama peserta lain diajak memahami pentingnya hukum laut internasional serta bagaimana implementasinya di Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah dengan potensi maritim besar.
Mukhlis Ramlan menjelaskan bahwa hukum maritim berperan penting untuk melindungi kedaulatan negara, mengatur pemanfaatan laut, dan mencegah konflik antarnegara. Laut tidak hanya bernilai ekonomis melalui sektor perikanan, energi, dan pariwisata, tetapi juga bernilai strategis karena menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Hal ini sangat relevan dengan kondisi Sumatera Barat. Provinsi ini memiliki panjang garis pantai sekitar 375 km dan terdiri dari ribuan pulau, termasuk Kepulauan Mentawai yang kaya sumber daya laut dan terkenal dengan potensi wisata kelas dunia. Namun, di balik potensi tersebut, juga tersimpan berbagai tantangan.
Beberapa isu maritim di Sumatera Barat antara lain maraknya illegal fishing oleh kapal asing yang merugikan nelayan lokal, kurangnya pengawasan di wilayah laut yang luas, serta keterbatasan infrastruktur maritim. Selain itu, keberadaan ribuan pulau kecil sebagian di antaranya masih belum bernama dan tidak berpenghuni menjadi kerawanan tersendiri. Jika tidak dikelola dengan baik, pulau-pulau ini bisa saja diklaim oleh negara lain, sebagaimana pernah terjadi pada kasus Sipadan dan Ligitan.
Khusus di Kepulauan Mentawai, tantangan semakin nyata. Selain menjadi jalur strategis di Samudra Hindia, Mentawai memiliki pulau-pulau kecil yang menjadi “pintu gerbang” Indonesia dari arah barat.
Keberadaan pulau-pulau ini tidak boleh dipandang sepele. Menurut aturan internasional, sebuah pulau yang diakui negara dapat memperluas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) hingga 200 mil laut. Artinya, menjaga kedaulatan atas pulau-pulau di Sumatera Barat sama dengan menjaga hak Indonesia atas laut yang sangat luas.
Melalui pembelajaran hukum maritim ini, Jelita Frizyllia Adrieni semakin memahami bahwa peran generasi muda sangat penting. Kepedulian terhadap pulau dan laut Indonesia bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama. Dengan mengenal, bangga, dan peduli terhadap wilayah maritim, generasi muda bisa menjadi bagian dari garda terdepan menjaga kedaulatan bangsa. (fzi)












