Andalas Time,Pasaman – Tak ada lagi ruang sembunyi, Polres Pasaman akhirnya mengirim pesan keras ke para pelaku tambang illegal, cukup sudah permainan ini. Di bawah komando Kapolres AKBP M. Agus Hidayat, aparat bergerak senyap namun mematikan.
Operasi yang dipimpin Kasat Reskrim, AKP Fion Joni Hayes langsung menghantam titik vital aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Sungai Sibinayil, Lubuak Layang, Kecamatan Rao Selatan, Kabupaten Pasaman, Senin malam (13/4/2026) seperti dilansir cupaknews.id.
Bukan sekadar penertiban. Ini serangan langsung ke jantung operasi ilegal yang selama ini diduga berjalan mulus tanpa gangguan berarti.
Ekskavator Diamankan, Dokumen Disita
Tim bergerak dalam gelap, menyisir lokasi terpencil yang selama ini menjadi “ladang emas” ilegal. Hasilnya tak main-main. Satu unit ekskavator, alat berat yang menjadi simbol perusakan Sungai berhasil diamankan.
Bersama itu, polisi juga menyita sejumlah dokumen yang kini menjadi kunci untuk mengurai siapa saja yang bermain di balik layar. Tapi yang bikin geger bukan cuma itu.
Jejak Uang Rp40 Juta: Dugaan “Biaya Aman” Terbongkar
Di tengah penggerebekan, aparat menemukan indikasi aliran dana mencurigakan senilai Rp40 juta. Uang ini diduga kuat bukan transaksi biasa, melainkan “uang koordinasi” agar aktivitas tambang ilegal bisa berjalan tanpa hambatan.
Kalau ini benar, berarti praktik PETI di lokasi ini bukan kerja pemain kecil. Ada sistem. Ada pola. Dan kemungkinan besar ada yang mengatur dari belakang.
Pengakuan Tersangka: Seret Nama Oknum Wartawan
Satu orang pria berinisial HF (48) diamankan di lokasi. Namun yang mengejutkan, pengakuannya justru membuka lapisan baru yang lebih sensitif. HF mengaku merasa aman menjalankan aktivitas ilegal tersebut setelah menyetor uang Rp40 juta kepada seorang oknum wartawan berinisial RSP.
Oknum itu, menurut pengakuan tersangka, menjanjikan “perlindungan” dari sorotan dan tindakan aparat. Pernyataan ini tentu masih dalam tahap pengembangan, tapi kalau terbukti, ini bukan lagi sekadar kasus PETI ini bisa menjelma jadi skandal kolaborasi kotor antara pelaku ilegal dan oknum yang seharusnya mengawasi.
Polres Pasaman Kirim Sinyal: Tak Ada yang Kebal
Polres Pasaman tampaknya tak ingin setengah-setengah. Pesan yang dikirim jelas dan keras, siapa pun yang terlibat, akan disikat. Baik pelaku lapangan, pemodal, hingga pihak yang mencoba menjadi “tameng” semuanya masuk radar.
“Kami tidak main-main. Siapa pun yang membekingi aktivitas ilegal, akan kami tindak tegas,” tegas Kasat Reskrim.
Masih Awal, Jaringan Besar Diduga Belum Terungkap
Saat ini, tersangka HF bersama barang bukti telah diamankan di Mapolres Pasaman. Namun ini baru permulaan. Penyidik masih memburu potongan puzzle lain, Siapa pemilik modal sebenarnya? Ke mana aliran uang mengalir? Apakah ada keterlibatan oknum lain?
Satu hal yang mulai terlihat jelas, PETI di Pasaman bukan lagi permainan sembunyi-sembunyi, tapi sudah membentuk sistem yang rapi dan terstruktur. Dan sekarang, sistem itu mulai retak. (Red)












