OPINI  

Faldo Maldini, Putra Tapan Pessel di Jantung Kekuasaan Nasional

Andalas Time,Jakarta – Nama Faldo Maldini perlahan tapi pasti menjelma menjadi salah satu putra terbaik Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, yang kiprahnya menembus panggung nasional. Wajahnya kerap hadir di layar televisi nasional dan ruang-ruang pemberitaan media arus utama, menyuarakan pandangan, membela posisi, sekaligus memantik diskursus publik. Dari ruang aktivisme mahasiswa hingga lingkar kekuasaan negara, perjalanan Faldo adalah potret tentang konsistensi, keberanian bersuara, dan ketekunan menapaki proses panjang.

Lahir pada 9 Juli 1990, Faldo Maldini menghabiskan masa remajanya di Sumatera Barat. Pendidikan menengah ia tempuh di SMA Negeri 3 Padang, sebelum kemudian melanjutkan studi ke Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Indonesia. Di lingkungan kampus inilah karakter kepemimpinan dan daya kritisnya ditempa. Berangkat dari organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Faldo menapaki jenjang kepemimpinan mahasiswa secara berurutan—mulai dari Ketua Himpunan Mahasiswa Departemen Fisika UI, Ketua BEM FMIPA UI, hingga dipercaya sebagai Ketua BEM UI.

Sejak masa mahasiswa, Faldo tak pernah benar-benar menjauh dari ruang kritik. Ia tumbuh sebagai aktivis yang terbiasa berdebat dan mempertahankan gagasan. Ketika BEM UI melontarkan kritik tajam terhadap DPR dan pemerintah melalui meme dan poster, Faldo tampil memberikan respons. Dalam polemik meme Puan Maharani berbadan tikus pada Maret 2023, ia mengingatkan agar kritik mahasiswa tetap jernih dan tidak ditunggangi kepentingan elite politik tertentu. Pernyataannya memicu perdebatan nasional, namun sekaligus menegaskan posisinya sebagai figur yang konsisten memandang kritik sebagai bagian dari demokrasi.

Dunia politik praktis kemudian menjadi ruang pengabdian berikutnya. Faldo Maldini mengawali langkahnya di Partai Amanat Nasional (PAN) dan sempat menduduki jabatan Wakil Sekretaris Jenderal. Pada Pemilu 2019, ia dipercaya menjadi juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo–Sandi. Namanya juga pernah masuk bursa calon anggota DPR RI, bahkan disebut sebagai bakal calon Gubernur Sumatera Barat dan Bupati Pesisir Selatan. Setelah berpisah dengan PAN, Faldo melanjutkan perjalanan politiknya bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan dipercaya memimpin DPW PSI Sumatera Barat.

Kepercayaan negara terhadap kapasitas Faldo terwujud secara nyata sejak 14 Juli 2021, ketika ia ditunjuk sebagai Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara Bidang Komunikasi dan Media. Peran tersebut menempatkannya di ruang strategis antara kebijakan negara dan komunikasi publik. Kepercayaan itu kembali berlanjut pada Juni 2025, saat Faldo dipercaya menjabat Komisaris InJourney Tourism Development Corporation, BUMN strategis yang mengelola dan mengembangkan destinasi pariwisata nasional.

Di luar politik dan pemerintahan, Faldo Maldini juga menekuni dunia usaha. Ia tercatat sebagai manajer pengelola Longgar Group, serta pernah menjadi anggota Komite Pengembangan Usaha dan Pemantauan Risiko PT Garuda Indonesia pada 2015. Perpaduan pengalaman aktivisme, politik, birokrasi, dan korporasi membentuk sosok Faldo sebagai figur multidimensi.

Bagi masyarakat Pesisir Selatan, Faldo Maldini bukan sekadar nama di layar kaca. Ia adalah gambaran tentang anak nagari yang berani bermimpi besar dan konsisten menapaki jalan panjang. Dari Tapan, lahir seorang tokoh nasional kelahiran 1990 yang terus menulis kisahnya sendiri sebuah perjalanan yang belum berakhir, namun telah meninggalkan jejak berarti bagi daerah dan bangsa.

#100tokohPessel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *