Ketua dan Wakil Ketua DPRD Padang Gelar Reses Masa Sidang II 2026, dan Jemput Aspirasi Masyarakat di Dapilnya

Andalas Time,Padang – Ketua DPRD Kota Padang H. Muharlion, S. Pd., menggelar reses di Masjid Almanar Kelurahan Dadok Tunggul Hitam Kecamatan Koto Tangah, 5 Januari 2026.

Reses dihadiri Sekretaris Camat (Sekcam) Koto Tangah, Lurah Dadok tgl Hitam, dan Wakil Ketua LPM.

Sedangkan peserta reses terdiri dari Ketua RW, RT se Dadok, dan tokoh lainya.

Beragam usulan disampaikan warga dan ketua RT/RW pada kesempatan yang bermanfaat itu.

Apalagi, mereka berhadapan dengan Ketua DPRD Kota Padang yang kerap dikenal responsif terhadap usulan warga.

Pada kesempatan itu warga mengusulkan persoalan banjir. Diantaranya, normaliasasi sungai, drainase, bantuan KWT dan betoniasi jalan.

Menanggapi itu, mantan Ketua DPD PKS Kota Padang itu berjanji menampung setiap usulan warga.

Sementara itu reses Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye, SH., di gelar Kelurahan Kampung Lapai, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Minggu (4/1/2026).

Reses dihadiri Camat Nanggalo Amrizal Rengganis, Lurah Lapai Ardianus Y, LPM, Tokoh Masyarakat, Ninik Mamak, Bundo Kanduang, RT/RW se Kampung Lapai dan Ketua PMI Kota Zulhardi Z Latif beserta para relawan dan KSR PMI.

Camat Nanggalo Amrizal Rengganis mengatakan, reses ini momen warga untuk menyampaikan unek-uneknya. Sampaikan apa yang terasa, selagi ada Wakil Ketua DPRD Kota Padang Mastilizal Aye, SH., disini. “Jika ada persoalan administrasi baik di kantor Camat, kantor Lurah segera laporkan ke saya. Bagi yang sakit dalam keadaan darurat tidak ada kata untuk tidak dapat berobat. Jika ada halangan dan kendala, segera laporkan ke kami,” tegas Rengga.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Padang Buya Zulhardi Z Latif mengusulkan agar Aye menitipkan sedikit dana pokirnya untuk PMI sebagai kesiapsiagaan dalam bencana ini. “Kami di PMI ini pak Aye, tidak ada anggaran. Nah, ketika ada bencana kami hanya bisa melihat, daya kami tidak ada, PMI hanya menyediakan tenaga relawan. Jadi, jika tidak bisa untuk kota Padang, cukup Kecamatan Naggalo saja,” pinta Buya Zulhardi.

Salah seorang warga Lapai Nanggalo, Dewi mengusulkan untuk pengerukan sungai, perbaikan Drainase/riol, perbaikan toilet/wc rumah warga yang hampir rata-rata tertimbun material tanah banjir.

Selanjutnya, jalan di Komplek menuju Pulau Talena sampai saat ini belum pernah diperbaikai atau di aspal. Kemudian, perbaikan aula serba guna mulai dari platform, jendela maupun lantainya, ujarnya dengan mata sedikit berkaca. ” Terakhir, perbiakan jalan di Mushalla yang masih berlumpur. Sementra, Ramadhan sudah mendekati. Jadi, kami memohon sangat kepada pak Aye agar bisa segera memperbaiki sebelum Ramadhan,” pinta Dewi.

Menanggapi usulan tersebut, Mastilizal Aye, SH., langsung merespon usulan warga. Untuk yang berat dan jangka panjang melalui mekanismenya. “Namun, untuk Mushalla insyaAllah dalam waktu dekat akan kami realisasikan,” pungkas Ay.

Dalam kesempatan yang sama wakil Ketua DPRD Kota Padang Jupri, SAP, juga menggelar kegiatan reses di Masjid AlKaffah Kelurahan Kampung Jua Kecamatan Lubeg,pada Minggu, 4 Januari 2026.

Hadir pada reses itu, RT 01 M.Ali Nofiah, RW 01 Naswir, Lurah Hendri Os, S.kep., LPM Kampung Jua Nan XX Hermansyah, dan peserta reses.

Beragam usulan disampaikan warga pada kegiatan reses itu. Diantaranya, warga memohon bantuan fasum seperti jalan, drainase, UMKM dan kelengkapan rebana Masjid AlKaffah.

Pengurus masjid mengharapkan bantuan dana Pokok-pokok Pikiran Dewan (Pokir) untuk masjid tersebut.

Menjawab aspirasi warga Jupri mengatakan, pada tahun 2025 dirinya sudah melakukan betonisasi didepan masjid tersebut.

“Insya Allah tahun 2026 ini kami juga akan melakukan betonisasi disekitar masjid ini, “ujar Jupri.

Jupri menyebut reses ini luar biasa dan membuatnya terharu. Selain usulan warga, peserta reses pun membludak dan banyak tokoh yang hadir.

Sementara itu Osman Ayub juga melakukan reses masa sidang II tahun 2026 berlangsung di Banang Cafe yang beralamat di siteba Padang.

Dalam kesempatan tersebut, Osman Ayub menekankan warga yang terdampak bencana pada saat ini meminta bantuan atas rumah yang hanyut akibat banjir bandang yang terjadi sejak November 2025.

“Pada saat ini kita berupaya untuk merelokasi warga yang berada di daerah rawan bencana. Oleh karena itu, Pemko Padang berupaya menghadirkan rumah layak huni bagi korban bencana,”ujarnya.

Juga Osman Ayub meminta kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V untuk melakukan pengangkatan sedimen pasir dan lumpur akibat banjir bandang yang telah terjadi.

“Pada saat ini, sedimen pasir dan lumpur yang ada di sungai mempunyai ketinggian 2 sampai 3 meter. Oleh karena itu, kami DPRD Padang meminta BWS Sumatera V melakukan pengangkatan sedimen pasir dan lumpur tersebut. Hal ini bertujuan agar mencegah banjir ketika hujan terjadi lagi,” pungkasnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *