Andalas Time,Pasaman Barat – Warga Nagari Aia Gadang Barat, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, masih berjuang memulihkan lahan pertanian mereka pasca banjir bandang yang melanda wilayah tersebut beberapa hari lalu. Banjir deras yang merendam sawah dan kebun selama berhari-hari menyebabkan kerusakan parah pada tanaman padi, sayuran, hingga buah-buahan milik warga.
Akibat bencana tersebut, ratusan hektare lahan pertanian dilaporkan rusak total. Para petani kehilangan hasil panen sekaligus bibit unggul yang sebelumnya telah disiapkan untuk musim tanam berikutnya.
Penjabat (Pj) Wali Nagari Aia Gadang Barat, Khairil Ikhwan, SE, menyebut kondisi ini sangat memukul perekonomian warga yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Ia berharap adanya perhatian serius dan bantuan segera dari berbagai pihak.
“Ratusan hektare lahan pertanian warga terdampak parah. Kami sangat membutuhkan bantuan bibit pertanian berkualitas seperti benih padi varietas unggul, jagung, sayuran, serta pupuk. Harapan kami, pemerintah daerah, provinsi, hingga Kementerian Pertanian dapat segera menyalurkan bantuan agar musim tanam berikutnya tidak gagal total,” ujar Khairil Ikhwan saat ditemui di lokasi terdampak, Jumat (26/12/2025).
Senada dengan itu, warga setempat Marnidi, yang mendampingi Upiak, salah seorang petani terdampak, mengungkapkan bahwa banjir yang menggenangi lahan mereka selama hampir sepekan membuat seluruh tanaman mati.
“Sawah dan kebun kami tergenang air selama seminggu, tidak ada yang tersisa. Tanpa bantuan bibit baru, kami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan bibit sangat kami harapkan agar bisa kembali produktif,” ungkapnya.
Sementara itu,Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman Barat, Afdal, saat dikonfirmasi di Posko Komando yang berlokasi di Aula Kantor Bupati Pasaman Barat, memastikan pihaknya tengah mempercepat proses pendataan kerusakan dan kebutuhan petani.
“Kami akan mempercepat pendataan serta distribusi bantuan. Kami pastikan jumlah dan jenis bibit yang dibutuhkan akan disalurkan hingga sampai ke tangan penerima secepatnya,” tegas Afdal.
Di tengah keterbatasan, warga Nagari Aia Gadang Barat terus melakukan gotong royong membersihkan lahan pertanian dari lumpur dan sisa material banjir, sembari menanti respons cepat dari pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait agar roda pertanian dan perekonomian desa dapat kembali bergerak.(nv)












