Andalas Time,Bantul – Langit cerah di Stadion Utama Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Jumat (5/6/2026), menjadi saksi kebangkitan dan ketangguhan PSP Padang. Di tengah tekanan wajib menang untuk menjaga asa di Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026, tim berjuluk Pandeka Minang tampil tanpa kompromi dan menaklukkan ASIOP Jakarta dengan skor telak 3-0.
Kemenangan penting itu terasa semakin istimewa karena disaksikan langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang hadir memberikan dukungan dari tribun stadion. Kehadirannya menjadi suntikan moral yang membakar semangat para pemain sejak peluit awal dibunyikan.
PSP Padang langsung menunjukkan ambisi besar. Baru tiga menit laga berjalan, publik dibuat terpukau oleh aksi Gibran Tito Kurniawan. Pemain sayap flamboyan itu melepaskan tendangan keras dari jarak sekitar 25 meter yang gagal diantisipasi penjaga gawang lawan. Gol cepat tersebut menjadi pembuka dominasi PSP.
Tujuh menit berselang, giliran striker rekrutan dari PSLA Sicincin, Ariswar Hanif, yang mencatatkan namanya di papan skor. Gol kedua membuat kepercayaan diri skuad asuhan Joni Efendi semakin meningkat. Hingga turun minum, PSP Padang unggul nyaman 2-0.
Memasuki babak kedua, tekanan terus dilancarkan. ASIOP berusaha bangkit, namun solidnya permainan Pandeka Minang membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan. Gol penutup akhirnya lahir pada menit ke-72. Berawal dari penetrasi Syarif di sisi kanan pertahanan lawan, bola dikirimkan dengan umpan terukur ke dalam kotak penalti. Lutfi yang berdiri bebas dengan tenang menyelesaikan peluang tersebut dan mengubah skor menjadi 3-0.
Peluit panjang pun disambut sorak kegembiraan para pemain dan ofisial. Kemenangan meyakinkan ini membawa PSP Padang naik ke posisi runner-up Grup H sekaligus memastikan tiket ke babak 32 besar Liga 4 Nasional.
Di balik hasil gemilang tersebut, tersimpan perjuangan berat yang harus dilalui tim sepanjang fase 64 besar. Manajer PSP Padang, Indra Yunaidi, mengungkapkan bahwa para pemain datang ke laga terakhir dengan beban besar karena hanya kemenangan yang bisa menjaga peluang lolos.
“Tapi berkat kerja keras, akhirnya Dewi Fortuna bersama kami hari ini,” ujar Indra Yunaidi dengan penuh rasa syukur.
Usai pertandingan, suasana haru dan bahagia semakin terasa ketika Wali Kota Padang turun langsung menemui para pemain. Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan tim, Fadly Amran menyerahkan bonus sebesar Rp20 juta serta jersey PSP kepada para pemain.
“Alhamdulillah, perjuangan yang luar biasa. Terima kasih seluruh Tim PSP. Warga Kota Padang bangga,” ujar Fadly Amran.
“Malam ini saya berikan jersey PSP dan bonus sebesar Rp20 juta untuk pemain,” lanjutnya yang langsung disambut tepuk tangan dan sorak gembira para pemain.
Bagi Pemerintah Kota Padang, keberhasilan PSP Padang bukan sekadar kemenangan di lapangan hijau. Prestasi ini menjadi simbol kebangkitan sepak bola daerah sekaligus bukti bahwa pembinaan atlet muda terus menunjukkan hasil positif.
Komitmen pemerintah untuk mendukung perkembangan sepak bola dan pembinaan talenta muda pun kembali ditegaskan. Harapannya, langkah PSP Padang tidak berhenti di babak 32 besar, melainkan terus melaju hingga menjadi salah satu kekuatan yang diperhitungkan di tingkat nasional.
Kini, kemenangan atas ASIOP menjadi modal berharga bagi Pandeka Minang. Dengan semangat yang terus menyala dan dukungan penuh masyarakat Kota Padang, PSP Padang membawa harapan besar untuk menorehkan sejarah baru di Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026.(**)












